Pendidikan

Posted: 21 Desember 2012 in Jogja Kota Pendidikan
Tag:
Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti dilakukan banyak orang dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.
Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.
Sekolah memiliki potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal ini tercermin dengan danya perbedaan pandangan antara sekolah dan masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap terbuka.
Pendidikan sekolah diharapkan dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat. Memilih dan mengajarkan peranan sosila.
Iklan

desa wisata kasongan

Posted: 19 Desember 2012 in Tempat Wisata Yogyakarta
Tag:

desa wisata kasongan

Jogja amat terkenal dengan hasil kerajinan juga cenderamata khasnya. Berbagai barang kerajinan yang bernilai seni juga ekonomi dapat ditemukan di kota yang seringkali mendapat sebutan kota budaya itu. Salah satu pusat kerajinan di kota Jogja yang khusus mengelola keramik ada di pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Bantul atau terkenal dengan sebutan Desa Wisata Kasongan.

Pada mulanya, Kasongan bukan sebuah desa yang berisi para pengrajin keramik. Konon, Kasongan berbentuk area persawahan milik para penduduk di desa yang berada di Selatan Yogyakarta. Pada masa penjajahan Belanda, di area persawahan itu ditemukan seekor kuda mati yang diperkirakan milik seorang Reserse Belanda. Karena ketakukan, seorang warga yang memiliki salah satu area persawahan itu melepaskan hak milik atas tanahnya. Ketakutan itu juga menimpa warga lain, sehingga sejumlah warga turut melepaskan hak atas tanah persawahan mereka.

Baca entri selengkapnya »

merapi

Posted: 19 Desember 2012 in Sejarah Yogyakarta
Tag:

merapi

Bicara tentang Jogja tak bisa melepaskan diri dari tema tentang Merapi. Sebuah gunung yang disebut-disebut sebagai gunung berapi paling aktif di seluruh dunia.

Gunung yang memiliki ketinggian 2968 m.dml atau 3079 meter di atas kota Jogja itu telah “menaungi” dan menjadi penunjuk arah masyarakat Jogja dan sekitarnya. Jika ingin ke utara, kita tinggal melihat ke arah gunung yang berada pada sumbu imajiner yang menghubungkan Merapi, Tugu, Kraton, Panggung Krapyak dan Parang Tritis itu.

Baca entri selengkapnya »

Parade Sepeda IVAA-LIP Green Tour

Parade sepeda sebagai salah satu rangkaian acara IVAA-LIP Green Tour yang dimulai dari Lembaga Indonesia Perancis (LIP) Jl. Sagan 3 menuju Indonesian Visual Arts Archive (IVAA) Jl. Patehan Tengah 37 telah dilangsungkan Minggu, 13 Juli 2008 yang lalu.

Setelah melalui sejumlah rute bersepeda seperti Bunderan UGM, Mirota Kampus, Tugu, dan Malioboro, para peserta parade yang berjumlah hampir 100 sepeda ini kemudian berhenti sejenak di pelataran Benteng Vredeburg.

Baca entri selengkapnya »

semua ada di beringharjo

Posted: 19 Desember 2012 in Sejarah Yogyakarta

semua ada di beringharjo

Bagi saya Pasar Beringharjo bagai warung serba ada. Mulai dari perlengkapan rumah tangga, kebutuhan sembilan bahan pokok, berbagai pernak-pernik cinderamata, kerajinan batik, aksesoris, kebutuhan sandang, sajian kuliner yang khas juga lezat sampai koin-koin tailling dapat ditemukan di pasar yang mulai berderap dari dini hari hingga larut menjelang.

Pasar Beringharjo dulu ketika awalnya mulai berdiri, tidak serapi dan senyaman seperti sekarang ini. Pada kisaran tahun 1758, lokasi di mana Pasar Beringharjo berdiri merupakan ajang pertemuan rakyat. Ketika itu tempatnya sangat luas, berlumpur dan kalau hujan tiba, tanahnya cenderung becek. Di sekitar pasar Beringharjo, waktu itu dipenuhi oleh banyak pohon beringin dan di bagian timurnya merupakan bekas makam orang-orang Belanda. Kemudian secara bertahap, karena sering menjadi tempat bertemu masyarakat, banyak orang mulai memanfaatkan lahan yang ada dan mendirikan tempat-tempat untuk berteduh dari panas dan hujan.

 

Baca entri selengkapnya »

belanja buku murah di shopping

Sebutan kota pelajar memang pas buat Jogja. Ratusan sekolah, kampus, tempat pendidikan informal bertebaran di sudut-sudut kota. Termasuk sejumlah ‘gudang buku’. “Mudah sekali menemukan buku murah di kota ini”, kata Oscar salah seorang mahasiswa asal Jambi yang telah menuntut ilmu di Jogja selama hampir kurang lebih lima tahun belakangan.

Salah satu tempat yang menurut Oscar cukup representatif untuk mendapatkan buku-buku murah itu adalah sebuah tempat yang mendapat sebutan ‘shopping centre’. Letaknya tidak jauh dari Pasar Beringharjo, Benteng Vrederburg dan bersebelahan dengan Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Baca entri selengkapnya »

menghabiskan “sunday morning” di ugm

Minggu pagi adalah saat santai bersama keluarga, kawan, kerabat ataupun seorang diri saja. Bisa bersantai di rumah ataupun ruang publik di sekitar lingkungan rumah. Jogja punya sebuah ruang bernama “Sunday Morning”, tepatnya di kawasan UGM. Ruang ini semenjak tahun 1994 telah menjadi tempat bagi banyak masyarakat Jogja dan sekitarnya menghabiskan minggu pagi (sunday morning) nya.

Di seputaran boulevard UGM, depan diploma FIB UGM hingga kawasan lembah itulah, banyak masyarakat Jogja menghabiskan minggu paginya . Ada yang berolah raga, ada yang berjalan-jalan saja, ada juga yang sekedar cuci mata. Momen keramaian itulah yang dimanfaatkan oleh banyak orang untuk melakukan transaksi ekonomi.

Baca entri selengkapnya »

Masjid Gedhe

Posted: 19 Desember 2012 in Sejarah Yogyakarta

Masjid Gedhe

Masjid Gedhe adalah salah satu bagian dari sejarah Kraton Yogyakarta yang berdiri pada tahun 1773. Sebagai Masjid tertua yang dibangun oleh Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Masjid ini sejak awal tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah. Tetapi juga sebagai tempat untuk melangsungkan berbagai ritual untuk merayakan hari-hari besar Islam, seperti Maulud Nabi, 1 Syawal dan Idul Adha yang ditandai dengan Garebeg (baca: grebeg).

Garebeg merupakan upacara kerajaan-kerajaan di Jawa yang telah diadakan sejak berabad-abad. Keberadaan Masjid Gedhe sebagai tempat Garebeg tak lepas dari peran Sunan Kalijaga dalam menyiarkan ajaran Islam di Jawa. Hingga kini, puncak kemeriahan upacara Garebeg berlangsung saat gunungan yang dibawa dari dalam Kraton melintasi alun-alun utara dan berakhir dengan serbuan ribuan warga di pelataran Masjid Gedhe.

Baca entri selengkapnya »

“nyoto” di Kadipiro

Posted: 19 Desember 2012 in Kuliner Khas Yogyakarta
Tag:

“nyoto” di Kadipiro

“Nyoto” atau tradisi makan soto sudah menjadi pemandangan jamak yang dapat dengan mudah ditemui di sudut-sudut jalan kota Jogja. Di Jogja, soto tersedia di warung-warung kecil pinggir jalan yang hanya menggunakan gerobak serta kursi plastik seadanya, sampai restoran luas berpenyejuk ruangan. Jam bukanya pun relatif pagi, banyak yang sudah buka dari pukul 07.00 pagi, karena soto amat menyegarkan menjadi menu pilihan sarapan pagi.

Soto memang telah menjadi salah satu menu favorit bagi kebanyakan orang Jogja. Bahkan Indonesia pada umumnya, karena hampir seluruh daerah di Nusantara  memiliki soto sebagai santapan kulinernya, seperti misalnya Soto Bandung, Soto Betawi, Soto Makasar ataupun Soto Lamongan. Semua dengan ciri khasnya masing-masing.

Baca entri selengkapnya »

momen berkesenian tahunan di Jogja

Jogja dengan predikatnya sebagai kota seni dan budaya, punya sebuah momen tahunan untuk merayakan kebersenian yang hidup di tengah masyarakatnya. Momen yang disebut sebagai Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) itu telah diselenggarakan sejak tahun 1989. Kini untuk pelaksanaanya yang ke 20, FKY akan dibuka pada tanggal 7 Juni 2008 dan berakhir pada 7 Agustus 2008.

Pada awalnya, FKY muncul dari sebuah wujud kepedulian para tokoh serta budayawan untuk menggunakan FKY sebagai salah satu model pembinaan kesenian di Yogyakarta. Kepedulian itu kemudian diejawantahkan dalam Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa Yogyakarta untuk melaksanakan FKY pertama yang ketika itu masih bernama Pekan Kesenian Yogyakarta pada tahun 1989.

Baca entri selengkapnya »